Ayu Utami ke Medan untuk membuka pameran di Galeri Tondi pada Sabtu, 31 Januari 2009. Galeri kecil di jalan Keladi Buntu ini dimulai oleh Grace Siregar, seorang perupa yang luar biasa aktif membikin jaringan di antara seniman. Sebelum ini, Grace pernah membikin Rumah Sabua di Ternate untuk kegiatan kesenian. Ia juga membuat kegiatan serupa di Tobelo. Sejauh ini Grace melakukannya dengan dana pribadi, sambil mengikuti suaminya, pekerja LSM warga Inggris, yang ditugaskan ke kota-kota berbeda itu.
Selama empat setengah tahun Galeri independen Tondi tak pernah berhenti memamerkan karya perupa muda Medan maupun perupa yang telah terkenal seperti Dolorosa Sinaga, Heri Dono, Titarubi, dan lain-lain. Pameran yang dibuka Ayu kali ini adalah dari Deppi Tarigan, seniman muda Medan yang masih kuliah. Pameran ini bisa jadi adalah pameran terakhir Tondi karena Grace akan pindah ke Inggris--kecuali inisiatif untuk melanjutkan galeri ini. Grace adalah teman dekat Ayu yang Ayu hormati karena energinya yang luar biasa dalam mempertemukan orang-orang.
Selain itu, Ayu juga mengadakan bincang-bincang di toko buku Gramedia (31 Januari) dan Sun Plaza dan Palladium (1 Februari).
Apakah Ayu percaya Tuhan?Pertanyaan yang mirip berulang dalam dua diskusi di Gramedia Sun Plaza maupun Palladium sehubungan dengan "spiritualisme kritis" yang disampaikan melalui Bilangan Fu. Apakah Ayu percaya Tuhan? Apakah agama bagi Ayu? Jawaban untuk yang pertama: "(Sementara ini) saya sedang percaya Tuhan." Jawaban untuk yang kedua: "Agama adalah jalan, bukan tujuan."









