Informasi buku
Judul : Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat (Edisi Revisi 2007)
Alih bahasa: Syamsu Hadi
Penerbit: kerja sama Yayasan Bung Karno dan Penerbit Media Pressindo
Halaman: 415
Buku ini pernah terbit di era Suharto. Disebarkan seolah-olah bawah tanah. Meski penerjemahnya adalah militer dan pengantarnya oleh Suharto sendiri. Dalam versi militer itu, tertulis bahwa Sukarno menyebut "peranan Hatta dalam sejarah tidak ada".
Sejarawan Asvi Warman Adam menelusuri bahwa paragraf tentang itu tidak ada dalam karangan Cindy Adams. Artinya, disulap dalam edisi militer. Edisi revisi 2007: teks sulapan itu tak ada lagi.
Menarik juga melihat perbedaan judul versi asli dan terjemahan. Judul aslinya sangat netral: Sukarno: an Autobiography as told to Cindy Adams. Judul terjemahan sangat patriotik: Sukarno: Penyambung Lidah Rakyat.
Siapa Cindy Adams sekarang?
Cindy Adams, penulis buku ini, kini telah jadi sejenis selebriti ratu gosip. Enam hari sepekan ia menulis sasus kelas atas di New York Post. Ia melansir minyak wangi Gossip. Sebuah restoran di Manhattan, Stage Deli, menyediakan sandwich Cindy Adams. Ia menulis buku tentang Jazzy, anjing jenis yorkshire terrier yang menemani dia dalam kehilangan suaminya. Ia pernah muncul di layar lebar bersama Glenn Close atau Elton John. Atau muncul dalam show Lary King. (Lihat cindyandjazzy.com)
Tak sekali pun ia menyebut bahwa ia pernah menulis tentang Bapak Bangsa Indonesia. Buku ini merupakan babon bagi Indonesianis untuk mengenal Sukarno. Tapi Indonesia tak pernah disebut dalam wawancara pendek Nyonya Adams di banyak situs internet.
Agen CIA?
Ide untuk menulis biografi Bung Karno datang dari dubes AS waktu itu, Howard Jones. BK enggan sampai ia "kebetulan" berjumpa Cindy Adams ini, wartawan cantik 30-an. Cindy adalah istri Joey Adams, seorang komedian yang mengetuai misi Kennedy ke Asia Tenggara. Apa iya "kebetulan" berjumpa? Data lain: 10 tahun kemudian, Cindy telah ada di istana Reza Pahlevi, hendak menulis biografi Shah Iran itu. Sayang, sang diktator keburu terguling tahun 1979.
Biografi BK terbit pertama kali tahun 1965. Setahun kemudian BK kehilangan kekuasaan dengan Supersemar (Surat Perintah 11 Maret) Suharto.







