Siapa yang lebih plagiat: guru besar yang mencontek tulisan orang, atau jin yang "mencontek" wajah tuannya untuk meniduri murid tuan kiai?
Tidak percaya? Percaya tak percaya, kedua berita itu muncul di media massa pekan-pekan belakang. Sama-sama terjadi di dunia pendidikan. Yang pertama adalah kisah mengenai seorang santri perempuan dari sebuah pesantren di Tangerang. Setelah gadis itu mengeluh tak enak badan, orangtuanya mendapati anaknya hamil beberapa bulan. Berceritalah si gadis bahwa pemimpin sekolahnya pernah melamar. Bukan sang kiai yang hendak menikahinya. Tapi--hm, percaya tidak percaya--jin "milik" sang kiai tertarik pada santriĀ itu. Si kiai hanya melamarkan.
Si gadis menolak. Apakah dia takut, atau setidaknya heran, entahlah. Barangkali jin-jin demikian dianggap biasa saja. Siapa tahu. Hanya saja, tahu-tahu dia hamil.







