ayuutami.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
fisik sehat, fikir sehat

Agenda: Klinik Penulisan Catatan Perjalanan

E-mail Cetak PDF

Klinik penulisan ayuutami.com bekerja sama dengan Komunitas Pangrango mengadakan latihan dan sharing penulisan. Ayu akan membahas tulisan yang dikirim ke ayuutami.com untuk acara ini. Yang dibahas terutama catatan perjalanan. Acara santai ini diadakan di Kafe Bengawan Solo, SPBU Pejompongan, Jakarta, pada Sabtu, 14 Maret 2009, pukul 14.00 sd 16.00.

Pemutakhiran ( Sabtu, 14 Maret 2009 00:18 )
 

Diskusi Bilangan Fu di Unika Soegijapranata Semarang

E-mail Cetak PDF

"Seks, Sastra, dan Spiritualitas" adalah judul diskusi novel Bilangan Fu di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Rabu 4 Maret 2009. Pembicaranya, Ayu Utami dan Angelika Riyandari, dimoderatori oleh Donny Danardono. Apa hubungan seks, sastra, dan spiritualitas?

Ambiguitas
Ike atau Angelika Riyandari, dosen fakultas sastra di sana, menekankan ambiguitas feminin dan maskulin yang muncul berkali-kali dalam Bilangan Fu. Ambiguitas ini agaknya bagian dari upaya dekonstruksi atas bias jender. Ambiguitas, misalnya, muncul dalam sosok magis Nyai Rara Kidul, yang dalam Babad Tanah Jawi diceritakan juga memiliki penjelmaan maskulin sebagai pertapa bernama Ki Ajar Cemara. Ambiguitas feminin-maskulin juga terdapat pada beberapa karakter lain, bahkan dalam kehidupan hewan, seperti lebah dan ikan pelus. Selain itu, novel ini juga mendekonstruksi pengertian heteroseksual vs homoseksual dalam hubungan antara dua tokoh utama pria, Parang Jati dan Sandi Yuda. "Parang Jati dan Sandi Yuda memiliki hubungan yang sangat intim, bahkan mengarah pada homoerotis, tetapi saya tidak bisa mengatakannya homoseksual," kata Ike.

Pemutakhiran ( Jumat, 13 Maret 2009 23:49 ) Lebih lanjut...
 

PONARI, 45 TAHUN SILAM...

E-mail Cetak PDF

 45 tahun silam, juga di musim hujan sekitar bulan Sura, terjadi peristiwa mirip Ponari, juga tak jauh dari Jombang.

Alkisah, pada bulan November 1953--yang adalah bulan Sura--seorang perempuan yang dijerat utang dan kemiskinan kehilangan cincin. Setelah mencari tanpa hasil, tiba-tiba ada cahaya menyergap rumah sampai memecahkan batu bata. Aneh bin ajaib, dalam batu bata yang pecah itu ditemukan si cincin yang hilang! Nah, sejak itu ia menjadi dukun. "Dukun tiban", istilahnya. Sebab ia tidak belajar mendukun, melainkan ketiban pulung kedukunan. Mirip Ponari, ia pun mengobati orang dengan cincinnya.

Menarik. Peristiwa ini terjadi di Mojokerto--tetangga Jombag daerah si Ponari, 45 tahun silam. Bulannya November atau bulan Sura (baca: Suro) tahun Jawa. Petir dan batu yang meniban Ponari terjadi di bulan Desember 2008. Tidak persis bulan Sura, tapi beberapa hari sebelum tibanya bulan keramat menurut klenik itu. Yang jelas, peristiwa dukun tiban 45 tahun silam dan Ponari sama-sama terjadi ketika bulan Sura jatuh di musim hujan. Mungkin agak sulit petir menyambar di tengah kemarau. Kalau sampai ada petir menyambar di musim kering, mungkin kesaktian yang ditibankan berlipat dahsyat.

Kisah ini dicatat antropolog ternama Clifford Geertz dalam buku yang sudah diterjemahkan: Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa (Pustaka Jaya: 1981).

Pemutakhiran ( Senin, 02 Maret 2009 18:12 ) Lebih lanjut...
 


Halaman 1 dari 4

Karya Terbaru Ayu Utami

bilangan_fu_2.jpg

Pencarian

Absensi

Sekarang ada 5 pengunjung sedang mengunjungi situs ini

Data Kunjungan

Content View Hits : 24006

Kutipan Buku

Setiap makhluk di bumi ini memiliki tugas. Bahkan nyamuk pun memiliki tugas. Yaitu, mengurangi jumlah manusia yang menjarah hutan hujan tropis. (Bilangan Fu)

TJT (Tanya & Jawab Terkerap)

Bagaimana Cara Menulis?

Bagaimana menuangkan ide?Ide adalah ibarat...

Baca Komentar Ayu

Dari Rak Buku

Cindy Adams Penyambung Lidah BK

News image

...

Baca Komentar Ayu