ayuutami.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
fisik sehat, fikir sehat

Siapa penemu kata "rebonding"?

E-mail Cetak PDF

Ketika sekelompok ulama di Jawa Timur mengharamkan rebonding rambut, banyak pertanyaan yang muncul atau bisa muncul. Misalnya, apakah mereka juga mengharamkan keriting rambut? Kalau tidak, kenapa? Kok rambut lurus dianggap terlarang sedangkan rambut keriting tidak? Kan sama-sama buatan? Selain itu, siapa yang membikin-bikin kata itu sebab kita tidak bisa menemukannya di kamus?'

Pemutakhiran ( Senin, 15 Februari 2010 10:09 ) Lebih lanjut...
 

Ayuutami.com akan mengubah tampilan

E-mail Cetak PDF
Ayuutami.com akan segera mengubah penampilan. Diharapkan, dengan wajah barunya kelak, pengunjung lebih nyaman membaca dan menelusuri situs ini dan berkomunikasi. Juga, terutama agar peminat Klinik Penulisan dapat lebih mudah mengirim artikel pendeknya. Ayuutami.com meminta maaf atas kendala teknis yang kerap terjadi selama setahun ini. Diharapkan, wajah baru Ayuutami.com dapat terwujud dalam satu bulan ke depan.
Pemutakhiran ( Senin, 15 Februari 2010 09:57 )
 

Semar Pernah Jadi Ratu

E-mail Cetak PDF

Saya melihat Semar pada Gus Dur. Itu bukan rahasia. Banyak orang melihat Semar pada Gus Dur.
Dan saya melihat itu lagi ketika menonton High Noon in Jakarta, dokumenter arahan sutradara Curtis Levy, yang diputar untuk mengenang beliau yang dikebumikan menjelang pergantian tahun.
Papan kayu Semar seperti penanda angin berlatar tugu Monas. Kodok hijau lucu penghias kebun Istana Merdeka. Sutradara mengawali film dengan citra-citra yang membangun humor.
Di dalam satu ruang istana terjadi kesibukan. Seorang tukang jahit mengukur badan atas sang presiden. Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Pelbagai kemeja resmi dipaskan. Batik, tenun, ikat. Kemudian, kamera menyorot ke bawah. Tampaklah presiden kita hanya mengenakan celana pendek. Kakinya kurus dibanding bobot tubuh atasnya. Ia tampak sesantai kanak-kanak. Ia tampak tak peduli pada segala formalitas yang biasanya menjadi aroma istana. Ia mengingatkan kita pada Semar.
Lalu, lihatlah, ia tenggelam dalam meja kerjanya di ruang istana yang besar. Seperti kodok yang berendam. Ia juga menerima tamu dari negeri tetangga sambil tetap mengenakan celana pendek dan sandal.
Setiap pagi, setelah waktu solat subuh, ia digandeng dua pengawal di kanan kiri. Diikuti selusin lagi pengawal. Tetap dengan celana pendek rakyat sehari-hari, ia  melakukan senam pagi sederhana, sesuai dengan kemampuan fisiknya yang tak lagi istimewa. Lantas, karena sang presiden mengenakan baju demikian, begitu pula para pengawalnya. Mereka semua memakai kaos rumahan dan celana pendek yang menampakkan kaki-kaki yang mulai tampak kurus dibanding perut yang mulai berisi. Mereka berjalan megal-megol. Tak bisa tidak, rombongan itu mengingatkan saya pada punakawan.

Lebih lanjut...
 


Halaman 2 dari 5

Karya Terbaru Ayu Utami

bilangan_fu_4.jpg

Pencarian

Absensi

Sekarang ada 13 pengunjung sedang mengunjungi situs ini

Data Kunjungan

Content View Hits : 41442

Kutipan Buku

Modernisme memiliki jalan yang lurus, tapi tidak tujuan yang lurus.
Takhayul memiliki tujuan yang lurus, tapi tidak jalan yang lurus.
Modernisme adalah alat untuk memperalat.
Takhayul adalah alat untuk diperalat. (Bilangan Fu)

TJT (Tanya & Jawab Terkerap)

Bagaimana Cara Menulis?

Bagaimana menuangkan ide?Ide adalah ibarat...

Baca Komentar Ayu

Dari Rak Buku

Cindy Adams Penyambung Lidah BK

News image

...

Baca Komentar Ayu