Semar Pernah Jadi Ratu

Semar Pernah Jadi Ratu Saya melihat Semar pada Gus Dur. Itu bukan rahasia. Banyak orang melihat Semar pada Gus Dur. Dan saya melihat itu lagi ketika menonton High Noon in Jakarta, dokumenter arahan sutradara Curtis Levy, yang diputar untuk mengenang beliau yang dikebumikan menjelang pergantian tahun. Papan kayu Semar seperti penanda angin berlatar tugu Monas.… Read More »

Apakah “Trilogi Parasit Lajang” Memang Kisah Nyata?

Apakah “Trilogi Parasit Lajang” Memang Kisah Nyata? Jawabnya, ya, ketiga buku itu saya golongkan sebagai kisah nyata. Pertanyaan berikutnya: seberapa nyata atau akurat? Seberapa tepatkah sejarah jika ingatan bisa salah; itu adalah pertanyaan yang bisa diajukan tak hanya pada novel biografis, tapi pada segala teks historis termasuk Kitab Suci. Dengan segala keterbatasannya, Trilogi Kisah Nyata… Read More »

Apa Sebetulnya yang Saya Katakan kepada The Jakarta Globe

Apa Sebetulnya yang Saya Katakan kepada The Jakarta Globe The Jakarta Globe telah menaikkan artikel yang sangat menyesatkan mengenai pendapat saya tentang kerentanan perempuan dan kasus SS. Wawancara sebenarnya sangat panjang, tetapi yang dikutip pendek dan salah. Di bawah inilah yang saya ungkapkan kepada wartawan harian tersebut, serta analisa kenapa kesesatan bisa terjadi. Mengenai kerentanan… Read More »

Apa Arti Kebebasan dan Feminisme dalam Trilogi Parasit Lajang

Apa Arti Kebebasan dan Feminisme dalam Trilogi Parasit Lajang?   Pertanyaan ini datang dari beberapa mahasiswa skripsi. Seharusnya, mereka sendirilah yang menganalisa dan menarik jawabannya dari rangkaian buku itu. Jawaban saya ini janganlah dianggap satu-satunya penjelasan. Ada yang harus diingat saat berhadapan dengan sebuah narasi. Cerita bukanlah hukum. Kisah bukan rumusan. Sebuah kisah tak pernah… Read More »